Jul 28

Al Mathurat

1 comment - Post a comment

Setiap mahluk hidup pasti mati. Ini aksioma kehidupan yang diakui di Barat maupun Timur. Untuk mengetahui kadar kehidupan seseorang dan kadar ketahanan hidup mahluk hidup tidak memerlukan kecerdasan tinggi. Anak-anak juga tahu bahwa mati adalah sesuatu yang dialami orang atau mahluk hidup.

Hanya setiap orang sering alpa bahwa kematian senantiasa mengintai, bahwa batas waktu kita hidup di dunia sama sekali tidak diketahui.

Orang yang memiliki kesadaran akan batas-batas dalam kehidupan itulah yang disebut Rasullullah orang cerdas atau orang jenius.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Maukah kita disebut orang jenius? Siapapun itu manusia sangat gembira kalau digolongkan orang yang memilki kecerdasan tinggi.

Dengan prinsip ini maka sadar akan waktu terakhir kehidupan di dunia ini menjadi bagian dari kecerdasan yang esensial dalam kehidupan. Sejarah telah mengajarkan Firaun yang mengaku Tuhan pun dan yang memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki, akhirnya menelan kematian. Jejaknya bisa kita baca dan muminya bisa kita saksikan di Mesir.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ

وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jumu’ah 8)

Peringatan ini mengharuskan kita senantiasa dalam keadaan sadar apakah sedang sibuk atau tidak, apakah mau tidur atau baru terbangun. Apakah sedang gembira atau sedih.

Semuanya diukur oleh kesadaran akan kematian.

Pasukan multinasional yang terdiri dari Kaum Musyrikin dari Mekah dilengkapi dengan Kaum Yahudi di Jazirah Arab telah bertekad untuk menghabisi Umat Islam sekali dan selamanya. Setelah kekalahan Perang Badar dan ketidakberhasilan Perang Uhud, Kaum Musyrikin masygul hatinya. Menyaksikan Islam berkembang dengan cepat, kegeraman dari para penyembah berhala Latta dan Uzza ini semakin tinggi.

Bujukan Yahudi untuk melakukan koalisi multi suku untuk menghabisi pangkalan umat Islam di Medinah menyebabkan semangat kaum Musyrikin bangkit lagi. Abu Sofyan langsung memimpin pasukan koalisi ini untuk menyerang habis-habisan benteng umat Islam.

Menurut catatan sejarah, Perang yang terjadi pada tahun kelima Hijriyah pada bulan Syawal. Di tengah panen yang tidak menguntungkan dan Medinah dalam kondisi minus pangan, umat Islam harus menghadapi perjuangan mati dan hidup.

Bayangkan saja, pasukan koalisi ini telah berhasil mengumpulkan balatentara sampai 10.000 personil termasuk didalamnya pasukan berkuda dan artileri. Kita bisa menggambarkan bagaimana persiapan logistik dari seluruh suku yang memusuhi Islam menempuh perjalanan jauh antara lain dari Mekkah yang bisa berlangsung lebih dari dua minggu perjalanan berkuda dan unta.

Menghadapi kekuatan luar biasa kaum musyrikin ini, Rasulullah SAW bermusyawarah. Terkumpul kekuatan 3000 personil prajurit. Namun bisakah 3000 ini berhadapan frontal melawan 10.000. Perhitungan rasional mungkin sulit. Umat Islam tidak mau hanya mengandalkan keberanian tetapi juga taktik dan strategi yang jitu. Umat Islam memutuskan tidak menghadang mereka di luar Medinah.

Akhirnya berkat ide Salman Al Farisi maka bagian yang rawan dari Medinah dibuatkan parit yang lebar sehingga pasukan berkuda menjadi tidak efektif dan parit juga menutupi seluruh bagian yang bisa dilalui dengan mudah kecuali di pegunungan dan perkebunan kurma.

Hampir satu bulan pasukan multi suku ini mengepung umat Islam tanpa berhasil menaklukkan Meddinah. Usaha penyerangan menjadi sia-sia karena dapat dipatahkan umat Islam yang melepaskan panah dari seberang parit kepada siapa yang mendekat. Kita bisa membayangkan bagaimana dalam waktu sekitar satu bulan ini, pasukan koalisi berfikir keras untuk menembus benteng parit ini. Kalkulasi mereka akhirnya gagal menaklukan Medinah.

Beberapa pelajaran antara lain:

1. Menghadapi pasukan besar, kuat, canggih teknologi, umat Islam harus berfikir kreatif, tidak frontal.

2. Inovasi baru yang diperkenalkan Salman dari Iran mengharuskan umat Islam sekarang meminjam teknologi dan bantuan pengetahuan dari umat yang lain.

3. Kekompakan umat Islam dalam membangun parit simbol semangat persatuan.

4. Soliditas umat menjadikan kekuatan 10.000 tentara yang siap temput tidak berdaya.

5. Pengkhianat dari umat Yahudi akhrinya dihukum. Hati-hati terhadap tusukan dari belakang.

Kisah selengkapnya mengenai dahsyatnya sekutu untuk menaklukan Medinah ini dapat kita baca antara lain:

- Wikipedia: Battle of Trench

- Peta perang Khandak

- Perang Ahzab dalam Al Quran

Nama besar Al Ghazali alias Abu Hamid al-Ghazali sudah menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam dalam menghidupkan kembali cahaya Islam. Imam Ghazali, begitu sebutan akrabnya, di telinga kebanyakan umat Islam melahirkan kary-karya besar dalam kajian Islam mulai dari hal mendasar sampai dengan filsafat dan tasauf.

Salah satu situs referensi untuk mengkaji karya Al Ghazali dapat dilihat di Al Ghazali.

Tentu tidak semua pendapat Imam Ghazali semuanya benar, namun sebagai sebuah ijtihad untuk menggali kebesaran nilai-nilai Islam, karya Al Ghazali sifatnya monumental.

Alhamdulillah saya mendapatkan pesan di situs ini mengenai film Sang Murabbi dan trailer terbarunya. Silahkan baca:

Perkenalkan, saya Muhammad Yulius, produser dan penulis skenario film “Sang Murabbi”. Untuk informasi: saat ini, film “Sang Murabbi” sedang dalam tahap post production. Untuk mendownload trailernya (trailer 1 dan trailer 2), silakan berkunjung ke: klubkitakemon.multiply.com atau zul3.multiply.com. Untuk pemutaran perdana, akan dilakukan pada acara Pekan Tarbiyah, 25-27 Juli 2008 di GRJS Bulungan, Blok M, Jaksel. Selain, premiere film “Sang Murabbi”, Pekan Tarbiyah juga akan diisi dengan simposium, bazaar, pelayanan kesehatan dan santunan, workshop video handycam, jumpa pemeran film Sang Murabbi, dan pameran foto kehidupan Ust. Rahmat Abdullah. Gratis. Demikian, terima kasih. Wassalamualaikum.

Saya kira ini kesempatan langka. Gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan hikmah yang tak terhingga nilainya untuk semakin menyemarakkan dakwah di Indonesia.

Tentu menarik sekali kalau cara belajar kita menggunakan pendekatan modern. Sebagai contoh materi tarbiyah meski sudah banyak yang beredar dalam bentuk buku, penyajian dengan CD bisa dipertimbangkan.

Artinya dengan metode interkatif ini diharapkan peserta tarbiyah bisa memahami dengan cepat materi tarbiyah berdasarkan topik misalnya Ma’rifatullah.

CD Interaktif Tarbiyah dari Trustco saya kira menarik untuk dicoba. Saya pernah memanfaatkan seri pertama dan ternyata luar biasa mudahnya dan mempercepat pemahaman kita akan materi tarbiyah.

Dengan berkembangnya cara dan metode tarbiyah yang dilengkapi dengan sarana modern maka cara penyampaiannya pun akan semakin interaktif. Namun demikian pesan dasar dari tarbiyah itu sendiri tetap mengental untuk mewujudkan Syaksiyah Islamiyah (Kepribadian Muslim) yang diharapkan nantinya dapat memikul dakwah Al Islam.

Senantiasa dalam perjalanan kehidupan ini ada terminal dimana sejenak berhenti. Beberapa menit untuk duduk merenungkan perjalanan. Sudah berapa jauh perjalanan kita menuju Pintu Gerbang Kematian? Seberapa banyak bekal yang akan kita bawa memasuki Dunia Baru?

Pertanyaan-pertanyaan ini sekali-kali kita perlu angkat, di tengah kesibukan kerja dan belajar. Atau di tengah kesibukan beraktivitas sosial.

Bekal kehidupan di akhirat pasti lebih penting daripada hanya dalam kehidupan di dunia yang fana. Ketika harga-harga membumung tinggi akibat kenaikan BBM dan makanan, kita masih sering resah. Kita takut kelaparan. Namun pernahkah kita takut bekal amal di akhirat semakin surut dan bahkan minus?

Kembali kita lihat dan bandingkan. Betapa kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.  Lalu mengapa kita lebih resah dengan berbagai berita tentang kenaikan di sekeliling kita.  Sudah saatnya kita mejenguk lebih tajam ruhani kita untuk menabung bekal amal.

Amal shaleh itu tidak harus memerlukan energi banyak dan biaya besar. Dengan berdziki, bersyukur kepada Allah SWT, maka tabungan akan mengalir terus. Dengan beramal maka akan berbunga dan semakin besar bekal kita. Sungguh Allah Maha Adil, menambah bekal itu bisa dilakukan dengan gratis !

Berbeda dengan bebuat yang lain harus mengendarai mobil atau harus mengeluarkan uang transportasi. Menambah bekal hanya dengan berdzikir sudah sungguh luar biasa besarnya. Lalu mengapa kita masih resah dengan dunia fana ini.

Tiba waktunya untuk bangkit menambah bekal. Tidak duduk termenung merenungkan nasib. Merenungkan kesedihan, kemunduran, kegagalan, kekesalan dan kemelaratan. Amal Shaleh bisa dibangun dengan mulai lidah ini bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Ya, betapa mudah dan betapa indahnya amalan dalam Islam. Bahkan untuk melafalkan dzikir Anda tidak perlu ijin atasan, pembesar, ulama atau mertua. Mulailah menamah bekal amal ini.