Sejumlah koleksi pengajian tarbiyah dapat kita dengarkan di situs Pengajian Online. Sejumlah ceramah dari Ustadz Anis Matta dan Mendiang Ustadz Rahmat Abdullah bisa kita akses kapan saja.

Silahkan klik Pengajian Online.

Pengajian Online ini akan terus diperbarui sehingga sejumlah ceramah didalamnya bisa memberikan pencerahan ruhani dan menggerakkan diri dalam dakwah yang lebi luas.

Bagaimanapun isi ceramah oleh beberapa ustadz ini akan memberikan daya dorong lebih kuat di tengah kancah kehidupan yang semakin ketat. Dengan kehadiran Pengajian Online ini diharapkan melengkapi beberapa materi tarbiyah yang telah ada.

Berkunjung ke Masjidil Aqsha mungkin bukan prioritas dalam kehidupan. Tidak hanya karena letaknya lebih jauh dari Mekkah dan Medinah tetapi juga sekarang berada dalam cengkraman penjajahan Israel. Masjidil Aqsha di Yerusalem menjadi sebuah impian jauh.

Namun tahukah kita sebagai seorang Muslim seyogyanya bercita-cita berjiarah ke Yerusalem dimana tempat-tempat suci Islam berada, dimana Qiblat shalat pertama umat Islam.

Ismail Adam Patel penulis buku Palestine Beginner’s Guide menuliskan beberapa nilai penting dari Yerusalem.

1. Dalam Al Quran disebutkan selaam 70 kali.

2. Wilayah Yerualem telah diberkahi Allah SWT untuk semua Ciptaan-Nya.

3. Al Aqsha di Yerusalem diyakini sebagai Baitullah kedua setelah Kabah di Mekkah.

4. Banyak Hadits yang memuliakan Yerusalem.

5. Pahala melakukan Shalat di Mesjid Al Aqsha besarnya 500 kali dari mesjid lainnya kecuali Masjidil Haram dan Mesjid Madinah.

6. Dari komplek Al Aqsha inilah, Nabi Muhammad SAW melakukan miraj.

7. Semula umat Islam shalat menghadap Al Aqsha  selama di Mekkah dan selama 16-17 bulan di Medinah.

Di tengah cuaca panas seperti di Indonesia, Ramadhan memang tidaklah ringan. Rasa haus yang sering dirasakan apalagi ketika menempuh perjalanan kerja setiap hari bukanlah sesuatu yang ringan. Puasa di tengah panas terik dan di kendaraan yang tidak nyaman membuat lidah kering dan rasa haus yang kuat. Puasa menjadi sesuatu yang membuat kita tidak nyaman.

Bisakah ibadah puasa ini menjadi kenikmatan seperti yang banyak dijelaskan para alim ulama? Ketika lapar melanda perut kita sementara pekerjaan tidak berhenti atau harus bekerja secara fisik maka puasa menjadi sebuah ujian tersendiri.

Lalu bagaimana menikmati Ramadhan ini? Kunci dari semua ini tentu kita pahami adalah pemahaman spiritual mengenai ibadah puasa ini sendiri. Saum Ramadhan akan memberikan nilai apabila kita paham akan makna meninggalkan makan dan minum ini selama siang hari. Bagi yang sudah berkeluarga juga dilarang melakukan hubungan intim selama puasa.

Nikmat Ramadhan ini bisa kita rasakan antara lain:

1. Ruh yang merupakan bagian dari pribadi kita memerlukan pembersihan sehingga derajat uluhiyah dalam diri perlahan-lahan terbentuk. Untuk mencapai derajat ruh yang bersih ini satu-satunya alat adalah meniadakan ketergantungan kepada benda-benda duniawi termasuk pangan. Dengan meninggalkan makan dan minum siang hari ini, fokus manusia kepada ruh bukan kepada fisik semata-mata. Perut yang kosong yang memberikan dimensi baru terhadap pembinaan ruh. Jika paham akan tujuan puasa ini seperti tercermin dalam surat Al Baqarah bahwa berpuasa ini menuju Taqwa makan ibadah ini diorientasikan kepada perombakan dan perbaikan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2. Saat perut kosong ini maka fokus kepada pembersihan qalbu dan pengayaan intelektual menjadi kuat. Mata batin seyogyanya semakin tajam melihat dunia fana ini karena puasa memang akan membenturkan nafsu makan kedalam sebuah ketahanan ruhani. Mata batin yang tajam ini perlu diasah karena dunia fana ini hanyalah tempat perjalanan sementara menuju sebuah kampung akhirat yang kekal. Puasa akan menggembleng batin untuk melihat dengan kaca mata yang tajam seluruh aspek kehidupan dunia dan isinya sebagai sebuah adang persiapan menuju kampung abadi nanti.

3. Ramadhan juga bisa dinikmati karena seluruh amalan dan perbuatan baik ini dijanjikan balasan berlipat-lipat. Kedermawanan kita, kemurahan senyum, menahan nafsu (saya sedang berpuasa, katakan begitu, kalau ada yang mengajak berdebat dan berantam), membaya ayat-ayat Al Quran, mengkaji buku tafsir dan keilmuan agama menjadikan seluruh detik dan detak Ramadhan ini bernilai luhur.

4. Aspek kesehatan ketika Ramadhan ini mampir juga tidak bisa diabaikan. Penelitian kesehatan terbaru menyebutkan, berhenti makan dan minum selama waktu tertentu akan membuat tubuh lebih sehat dan tahan. Puasa merupakan sebuah ritual ibadah mulia sekaligus obat bagi fisik yang makin hari makin renta. Puasa akan  membuat tubuh menjadi lebih segar dikemudian hari.

5. Menantikan malam Lailatul Qadr menjadi impian setiap Muslim. Malam turun ayat-ayat Ilahi yang lebih baik dari seribu bulan ini dinantikan mereka yang merindukan sebuah oase jiwa yang dalam sehingga kebahagiaan bisa terpancar dari bertemunya Lailatul Qadr dengan gerak ibadah kita.  Inilah yang disebut-sebut seorang ulama Mesir sebagai anugrah khusus bagi umat Islam setelah umat lain juga diberikan kelebihan tertentu. Anugrah lebih baik dari seribu bulan ini menjadi pilar dan fundasi dari iman kita.

Beberapa poin menikmati Ramadhan ini masih bisa panjang daftarnya. Namun jelas bahwa Ramadhan itu berkah dan penuh dengan kegembiraan.

Jul 28

Al Mathurat

4 comments - Post a comment

Setiap mahluk hidup pasti mati. Ini aksioma kehidupan yang diakui di Barat maupun Timur. Untuk mengetahui kadar kehidupan seseorang dan kadar ketahanan hidup mahluk hidup tidak memerlukan kecerdasan tinggi. Anak-anak juga tahu bahwa mati adalah sesuatu yang dialami orang atau mahluk hidup.

Hanya setiap orang sering alpa bahwa kematian senantiasa mengintai, bahwa batas waktu kita hidup di dunia sama sekali tidak diketahui.

Orang yang memiliki kesadaran akan batas-batas dalam kehidupan itulah yang disebut Rasullullah orang cerdas atau orang jenius.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.” (HR Tirmidzi)

Maukah kita disebut orang jenius? Siapapun itu manusia sangat gembira kalau digolongkan orang yang memilki kecerdasan tinggi.

Dengan prinsip ini maka sadar akan waktu terakhir kehidupan di dunia ini menjadi bagian dari kecerdasan yang esensial dalam kehidupan. Sejarah telah mengajarkan Firaun yang mengaku Tuhan pun dan yang memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki, akhirnya menelan kematian. Jejaknya bisa kita baca dan muminya bisa kita saksikan di Mesir.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ

وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jumu’ah 8)

Peringatan ini mengharuskan kita senantiasa dalam keadaan sadar apakah sedang sibuk atau tidak, apakah mau tidur atau baru terbangun. Apakah sedang gembira atau sedih.

Semuanya diukur oleh kesadaran akan kematian.

Pasukan multinasional yang terdiri dari Kaum Musyrikin dari Mekah dilengkapi dengan Kaum Yahudi di Jazirah Arab telah bertekad untuk menghabisi Umat Islam sekali dan selamanya. Setelah kekalahan Perang Badar dan ketidakberhasilan Perang Uhud, Kaum Musyrikin masygul hatinya. Menyaksikan Islam berkembang dengan cepat, kegeraman dari para penyembah berhala Latta dan Uzza ini semakin tinggi.

Bujukan Yahudi untuk melakukan koalisi multi suku untuk menghabisi pangkalan umat Islam di Medinah menyebabkan semangat kaum Musyrikin bangkit lagi. Abu Sofyan langsung memimpin pasukan koalisi ini untuk menyerang habis-habisan benteng umat Islam.

Menurut catatan sejarah, Perang yang terjadi pada tahun kelima Hijriyah pada bulan Syawal. Di tengah panen yang tidak menguntungkan dan Medinah dalam kondisi minus pangan, umat Islam harus menghadapi perjuangan mati dan hidup.

Bayangkan saja, pasukan koalisi ini telah berhasil mengumpulkan balatentara sampai 10.000 personil termasuk didalamnya pasukan berkuda dan artileri. Kita bisa menggambarkan bagaimana persiapan logistik dari seluruh suku yang memusuhi Islam menempuh perjalanan jauh antara lain dari Mekkah yang bisa berlangsung lebih dari dua minggu perjalanan berkuda dan unta.

Menghadapi kekuatan luar biasa kaum musyrikin ini, Rasulullah SAW bermusyawarah. Terkumpul kekuatan 3000 personil prajurit. Namun bisakah 3000 ini berhadapan frontal melawan 10.000. Perhitungan rasional mungkin sulit. Umat Islam tidak mau hanya mengandalkan keberanian tetapi juga taktik dan strategi yang jitu. Umat Islam memutuskan tidak menghadang mereka di luar Medinah.

Akhirnya berkat ide Salman Al Farisi maka bagian yang rawan dari Medinah dibuatkan parit yang lebar sehingga pasukan berkuda menjadi tidak efektif dan parit juga menutupi seluruh bagian yang bisa dilalui dengan mudah kecuali di pegunungan dan perkebunan kurma.

Hampir satu bulan pasukan multi suku ini mengepung umat Islam tanpa berhasil menaklukkan Meddinah. Usaha penyerangan menjadi sia-sia karena dapat dipatahkan umat Islam yang melepaskan panah dari seberang parit kepada siapa yang mendekat. Kita bisa membayangkan bagaimana dalam waktu sekitar satu bulan ini, pasukan koalisi berfikir keras untuk menembus benteng parit ini. Kalkulasi mereka akhirnya gagal menaklukan Medinah.

Beberapa pelajaran antara lain:

1. Menghadapi pasukan besar, kuat, canggih teknologi, umat Islam harus berfikir kreatif, tidak frontal.

2. Inovasi baru yang diperkenalkan Salman dari Iran mengharuskan umat Islam sekarang meminjam teknologi dan bantuan pengetahuan dari umat yang lain.

3. Kekompakan umat Islam dalam membangun parit simbol semangat persatuan.

4. Soliditas umat menjadikan kekuatan 10.000 tentara yang siap temput tidak berdaya.

5. Pengkhianat dari umat Yahudi akhrinya dihukum. Hati-hati terhadap tusukan dari belakang.

Kisah selengkapnya mengenai dahsyatnya sekutu untuk menaklukan Medinah ini dapat kita baca antara lain:

- Wikipedia: Battle of Trench

- Peta perang Khandak

- Perang Ahzab dalam Al Quran

Nama besar Al Ghazali alias Abu Hamid al-Ghazali sudah menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam dalam menghidupkan kembali cahaya Islam. Imam Ghazali, begitu sebutan akrabnya, di telinga kebanyakan umat Islam melahirkan kary-karya besar dalam kajian Islam mulai dari hal mendasar sampai dengan filsafat dan tasauf.

Salah satu situs referensi untuk mengkaji karya Al Ghazali dapat dilihat di Al Ghazali.

Tentu tidak semua pendapat Imam Ghazali semuanya benar, namun sebagai sebuah ijtihad untuk menggali kebesaran nilai-nilai Islam, karya Al Ghazali sifatnya monumental.