Archive for the 'Arsip' Category

Allah in Arabic, with drop shadow
Image via Wikipedia

Bagi sebagian umat Islam, Ramadhan adalah ibadah puasa yang datang setiap tahun. Puasa Ramadhan seperti sesuatu yang rutin padahal Ramadhan adalah sebuah bulan yang beruntai amalan sangat indah, sangat berkesan dan sangat berbobot. Berpuasa sebenarnya merupakan proses fisik namun yang lebih esensial lagi puasa ternyata merupakan proses penggemblengan ruhani yang sangat indah dan berkesan.

Tidak makan dan minum selama siang hari memberikan dampak yang lemas, berkurangnya tenaga. Ini karena manusia adalah mahluk yang diciptakan dari tanah. Manusia terikat kepada bumi. Manusia terikat kepada ruang dan waktu.

Namun dibalik itu manusia adalah mahluk spiritual, mahluk yang didalamnya berisi ruh yang dititupkan oleh-Nya.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Al Hijr: 28-29

Ikatan manusia ke bumi inilah yang kemudian membuat sulit sekali lepas dari kehidupan dunia. Kesibukan sejak lahir sampai dewasa membuat seorang insan merasa bagian dari bumi. Tarikannya sangat kuat sehingga digambarkan dalam Al Quran bahwa manusia ini kecenderungan mencintai dunia dan isinya, melupakan tujuan hidupnya dan kemana dia akan kembali.

Berpuasa pada bulan Ramadhan akan mengikis lupa akan kepulangan kepada-Nya. Puasa adalah ritual fisik sekaligus ibadah yang melibatkan ruh secara total. Bagaimana tidak. Coba bayangkan bahwa apa yang terjadi dengan puasa kita hanya kita saja yang tahu di dunia ini. Kita minum secara bersembunyi atau menggunakan panca indera untuk tindakan yang tidak diridhai-Nya kita juga yang tahu.

Allah melihat semua perbuatan kita selam bulan Ramadhan yang tampak maupun yang tersembunyi. Disinilah sifat Ihsan dimunculkan dalam diri kita. Sifat dimana semua tindak tanduk disaksikanNya. Disini pula letaknya indahnya  berpuasa. Sebuah ibadah dalam tempo panjang untuk melatih jasmani dan ruhani sekaligus.

Kalau didalami lebih jauh hikmah puasa ini, maka jelas bahwa pelatihan ruhani akan memberikan kekuatan untuk senantiasa dekat kepada-Nya. Menahan lapar tidak sekedar perbuatan jasmani tapi merupakan ketundukan kepada Allah SWT dengan target lebih dekat dan lebih taqwa.  Target inilah yang diingatkan selalu dalam surat Al Baqarah:186

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

Jadi benarlah kalau sebagian orang berpuasa hanya akan mendapatkan lapar dan haus, tidak sampai kepada derajat mendekati taqwa. Kenapa? Karena ruhnya tidak merasakan puasa itu meski dia tahu bahwa manusia ini adalah jasad dan ruh. Dengan mengikutsertakan ruh dalam kekhusyuan puasa ini maka dirinya akan naik, ruhnya akan merasakan dan Allah akan membukakan hatinya untuk menerima Taqwa. Dalam bahasa Al Quran Allah akan mengilhamkan ketaqwaan itu. Asy Syams:8

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya

Sebuah kondisi dimana rasa ketaqwaan ini adalah Allah yang akan menganugrahkannya dan kita akan merasakannya. Dan semakin kita merasakan keikutsertaan ruh ini dalam puasa maka semakin dirasakan indahnya bulan Ramadhan. Para sahabat sedih sekali meninggalkan bulan Ramadhan ini karena sangat dirasakan bagaimana Rahmat Ilahi ini tercurah sepanjang bulan. Mereka sedih karena karunia tak terhingga Ramadhan akan meninggalkan mereka.

Semuanya hanya bisa dirasakan oleh pribadi-pribadi yang bisa masuk kedalam intisari puasa. Merasakan ruh ini yang setiap saat akan dipanggil pulang kepada Nya melatih diri dengan berpuasa. Saat inilah kita bisa duduk bersimpuh disela-sela shalat wajib untuk berdzikir kepada-Nya, merasakan puasa itu dan merasakan puasa dengan ruh kita. Wallahu’alam bishawab

Enhanced by Zemanta

2:183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (2:183)

Tamu agung sebentar lagi datang, kini waktunya menyelami makna siyam atau puasa. Tamu agung itu adalah bulan Ramadhan. Bulan yang dinantikan karena disanalah Allah menganugerahkan malam-malam yang sangat berharga dan siang yang sangat bernilai.

Dalam ayat itu disebutkan bahwa Allah menyapa orang beriman. Wahai orang-orang beriman. Jadi iman inilah yang kemudian menjadikan kita siap melakukan kewajiban puasa. Iman yang sudah bersemayam dalam dada kita inilah yang menjadi landasan mengapa kita melakukan puasa.

Jadi pertanyaan kita pertama, bagaimana iman kita? Jika iman kepada Allah sudah menancap kedalam dada, maka kecintaan kepada Ramadhan adalah sebuah penantian yang ditunggu. Jika iman sudah menyejukkan kita maka fokus ke Ramadhan bersifat ruhi bukan jasmaniyah. Bersifat spiritual bukan bersifat fisik. Inilah kuncinya. Iman kepada Allah maka akan ada getaran sambung dengan Allah yang akan menjadikan Ramadhan bulan suci nan indah.

Iman ini juga yang akan kemudian mengantarkan kepada suasana indah bulan Ramadhan, bukan repot dengan urusan non Puasa, seperti belanja atau bahkan sibuk dengan barang baru dan kebingungan dengan mudik. Ini harus diselesaikan jauh hari sebelum Ramadhan.

Mengapa ? karena sebulan penuh inilah orang beriman diberikan anugerah siyam atau berpuasa.

Berpuasa inilah perintah utama Ramadhan, bukan yang lain. Idealnya seperti dikatakan Imam Ghazali puasa itu sampai pada tahap khusus bil khusus, bukan sekedar tidak makan dan minum.

Namun demikian esensi pertama bahwa kita mengosongkan perut, menahan diri dari makan dan minum memiliki bobot penting dalam menghayati apa makna puasa.

Pertama, tidak makan dan minum. Kondisi lapar inilah yang sangat diharapkan dirasakan kita. Kita harus merasakan lapar dan dahaga bukan mengalihkan dengan kesibukan lain. Dengan merasakan bagaimana suasana siyam ini maka kita akan berusaha untuk mengosongkan perut, melepaskan ketergantungan kepada materi, kepada makanan minuman. Lapar dan dahaga merupakan salah satu unsur penting merasakan bagaiman ruh manusia kadang sangat tergantung kepada nafsu makanan. Akibatnya nafsu makan minum ini tidak memperhatikan halal dan haram lagi. Menahan lapar dan haus siang hari ini seharusnya menyadarkan kita bahwa dengan mengosongkan perut ini maka merasakan kehadiran ruh yang selama ini menempel pada fisik. Ruhiah siyam inilah yang kemudian akan menjadikan puasa bukan sebuah penderitaan tetapi sebuah penyadaran, latihan untuk merasakan kehadiran ruh yang suci. Ketergantungan kita kepada makanan menyebabkan kesadaran akan ruh ini nyaris hilang. Sadar-sadar setelah dipanggil Allah.  Dengan Ramadhan ini maka perut dikosong, maka ketergantungan kepada materi berkurang, maka siap pula ruh mendapatkan bimbingan Ilahi.

Kedua, menahan diri dalam melakukan hubungan suami isteri. Sama dengan makan dan minum meskipun halal, namun selama siang bulan Ramadhan semua harus dihentikan. Totalitas nafsu syahwat ini dikosongkan untuk fokus kepada Ramadhan. Totalitas perhatian kepada bagaimana membina ruhiah kita untuk mencapai tahapan yang sampai kepada fitrah.

Dengan menjadikan siang ini benar-benar puasa maka mulai dari perut yang dikosongkan, kesadaran syahwat dan nafsu juga direduksi serta fikiran juga dialihkan kepada kesadaran akan puasa, kesadaran akan perintah Ilahi yang sangat berharga, sehingga hanya satu tahun sekali berkunjung.

Pengendalian nafsu syahwat ini penting karena kemudian ruh akan merasakan bagaimana kehadirannya. Selama menunaikan siyam ini maka nafsu ini dikosongkan, dibuat nol sehingga benar-benar memfokus pada perintah Ramadhan ini.

Membuat menjadi minim nafsu ini akan mereduksi berbagai ketergantungan kepada nafsu-nafsu yang selama ini secara tidak sadar mendominasi hati kita.

Dengan Ramadhan inilah maka puasa diharapkan akan menjadikan diri kita sebagai orang bertakwa.

May 04

Materi Tarbiyah

2 comments - Post a comment

Grand Mosque of Banda Aceh
Image via Wikipedia

Materi tarbiyah diperlukan bagi para pembimbing yang ingin mengembangkan dakhwah khususnya di bumi Indonesia. Dakwah Rabbaniyah yang mengajak kepada Allah SWT ini dan bersifat Universal merupakan sebuah sasaran yang akan dicapai secara bertahap melalui modul tarbiyah.

Perkembangan di Indonesia menyebabkan keterbukaan dalam mengakses modul tarbiyah yang bisa diikuti secara bertahap. Modul ini akan memudahkan memahami Islam yang kaafah sehingga melahirkan pengalaman yang menyeluruh juga, tidak persegmen, tidak sempit dan tidak parsial.

Selain materi ini akan menghadirkan Syaksiyyah Islamiyah pada peserta tarbiyah tetapi lebih dari itu untuk meningkatkan tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Dalam proses tarbiyah ini diperlukan fasilitator dan peserta serta modul untuk secara bertahap, sedikit demi sedikit menyerap materi tarbiyah bukan hanya secara kognitif tetapi juga afektif dan motorik. Ilmu tidak akan banyak bermakna jika tidak diamalkan dan pengamalan apabila tidak dibarengi ruh yang bersih juga sulit melahirkan amaliyah Islam yang suci.

Situs Materi Tarbiyah merupakan awal dari pengembangan materi atau artikel dan buku terkait modul tarbiyah yang akan memudahkan para murobbi dan murobiyyah dalam proses tarbiyah.

Mudah-mudahan ke depan situs Materi Tarbiyah ini akan berkembang lebih cepat karena bisa menjadi bahan yang mudah dalam proses tarbiyah dan bisa lebih berkembang lagi untuk dakwah yang Rabbaniyah dan Universal.

Situs Materi Tarbiyah ini menggunakan fasilitas search sehingga dengan mengetik satu suku kata atau satu kategori bisa mendapatkan artikel atau bahan yang diinginkan.

Reblog this post [with Zemanta]

Bagi yang sudah lancar membaca Al Quran, peningkatan kualitasnya dilakukan dengan mengikuti Daurah Al Quran. Biasanya Daurah ini diselenggarakan dengan pembimbing yang hafidz Al Quran. Proses belajar dengan pembimbing yang menguasai tajwid Al Quran ini disebut Talaqi. Dengan Talaqi inilah peserta daurah akan mendapatkan keterampilan bagaimana cara mengucapkan makhraj huruf yang benar.

Sesudah memahami tempat-tempat mengeluarkan huruf hijaiyah mulai dari tenggorokan sampai bibir tahap berikutnya adalah belajar Gunnah.

Gunnah atau bunyi dengung karena pertemuan tanwin atau nun mati dengan huruf lain. Gunnah dianggap penting karena panjangnya sudah ditentukan dua sampai enam harkat.

Daurah Al Quran semestinya digalakkan dimana-mana untuk membuat shalat lebih khusyu terutama ketika membaca bagian penting yang wajib seperti Surat Al Fatihah.

Salah satu buku Daurah Al Quran bisa didownload di sini.

Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum...
Image via Wikipedia

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

[7:55] Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Surat Al A’raf ayat 55 itu mengingatkan umat Islam agar berdoa dengan suara yang lemah lembut, bukan berteriak-teriak. Bukan pula dengan suara yang melengking-lengking dalam pengeras suara. Semuanya berlangsung dengan suara halus, lembut dan bahkan berbisik.

Doa adalah permohonan sehingga sikap dan perilaku kita merupakan wujud permohonan dengan amat sangat. Permohonan yang muncul dari kesadaran karena ini merupakan kebutuhan pemohon. Sikap yang rendah hati untuk melakukan permohonan sesuatu akan menyentuh yang dimintai oleh pihak yang memohon.

Dengan menampilkan diri dalam setiap kali berdoa sikap yang lemah lembut, merendah dan sabar akan memberikan kekuatan kepada doa kita. Seringkali dengan suara-suara yang keras malah akan membuat doa tidak kuat sampai ke hati. Doa yang hanya sampai dibibir sulit sampai kepada Zat Yang Maha Pengabul Doa. Kekuatan ruhiah inilah yang membuat doa berubah dari sekedar ucapan kata-kata dan ayat-ayat Suci menjadi sebuah permohonan yang sungguh-sungguh.

Sikap dalam berdoa pun kita harus merasa yakin berhadapan dengan pemilik langit dan bumi.  Dalam bahasa Ayat Kursi :

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Oleh karena itu ketika berhadapan dengan Penguasa Segala Alam ini kita tidak main-main. Permohonan kepada Allah SWT merupakan sebuah tindakan yang sungguh-sungguh, mengharapkan akan dikabulkan semua permintaan kita.

Reblog this post [with Zemanta]
20:14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha:14)

Shalat merupakan bagian dari dzikir kepada Allah yang sudah ditentukan waktu dan tatacaranya.

Dengan melakukan shalat maka kita sudah melakukan dzikir yang merupakan sebuah manifestasi jati diri manusia yang berterima kasih dan bersyukur atas anugrah-Nya.

Dengan mengingat-Nya maka sebenarnya kita membesarkan-Nya. Dengan Shalat berarti kita menganggungkan-Nya. Tidak hanya sekedar gerak dan bacaan namun shalat lebih dari itu sebuah prosesi suci yang menuntut kesungguhan.

Banyak diantara kita membiarkan kualitas shalat di bawah standar. Shalat menjadi bukan untuk mengingat Kebesaran-Nya namun hanya gerak biasa saja. Tentu saja gerak dan bacaan sudah mendapatkan pahala akan tetapi alangkah indahnya jika ibadah shalat ini memberikan dampak langsung kepada ruh kita yang setiap hari lima kali menghadap-Nya.

Reblog this post [with Zemanta]
Apr 09

Ayat Kursi

2 comments - Post a comment

ayatkursiAyat Kursi begitu banyak orang menyebutnya. Kandungan ayat ini sungguh luar biasa. Meski sering diucapkan, dilafakan bahkan dihapalkan namun untuk masuk kedalam isi ayat ini memerlukan sebuah perenungan yang dalam.

Terjemahnya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Makna : Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur sangatlah dalam. Dia Hidup Kekal. Sedangkan manusia hidupnya fana. Namun di dunia ketika manusia hidup diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah karena Allah adalah Yang Hidup. Komunikasi antar yang hidup adalah komunikasi dua arah. Komunikasi gayung bersambut.

Dari makna ini saja marilah sejenak merenungkan makna Hidup ini. Ketika kita membaca, kita hidup. Ketika kita melangkah kita hidup. Ketika kita makan kita hidup. Semua yang hidup bergerak dan merespon terhadap lingkungan.

Allah yang Maha Hidup juga hidup di tengah manusia. Allah merespon keinginan dan kehendak manusia. Semua mahluk bergantung kepada-Nya.

Rasakan Allah hidup di sekitar kita. Allah lebih dekat kepada urat leher kita, Allah memang dekat…..