Ketaqwaan adalah anugerah Allah SWT kepada kita. Taqwa merupakan sebuah kondisi dimana ruh kita senantiasa ada dalam bimbingan-Nya sehingga dengan sendirinya terjauh dari langkah menuju perbuatan dosa. Inilah yang kemudian menjadi target puasa bulan Ramadhan. Dan sepuluh hari terakhir merupakan sebuah momentum untuk meningkatkan kekhusyuan puasa dan ibadah sunnah lainnya untuk meraih taqwa.
Saatnya sepuluh hari terakhir diisi dengan dzikir yang khusyu untuk meraih anugerah tak terhingga berupa ketaqwaan. Rumusan taqwa yang sering kita dengar adalah menjauhi larangan-Nyadan melaksanakan perintah-Nya. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa taqwa itu dirasakan oleh hati kita, getaran hati kita merasakan sentuhan-Nya. Rasa taqwa ini hanya dapat diselami oleh mereka yang memiliki keyakinan bahwa semua langkah dan perbuatan adalah karena-Nya.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa merasakan ketaqwaan itu? Bukan bagaimana definisi taqwa saja tetapi dirasakan dalam hati terdalam kita, dirasakan oleh ruh yang berada dalam tubuh kita, karena ruh inilah yang akan kembali kepada-Nya dan jasad akan ditinggalkan di bumi menjadi busuk. (bersambung)
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=a06cbc1f-3dab-4b68-a821-3c783347584a)
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=14c7bbb4-a91f-4e30-8019-331385145b55)

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=6fc9ba22-4caf-42bb-803d-a428304d4820)
Ayat Kursi begitu banyak orang menyebutnya. Kandungan ayat ini sungguh luar biasa. Meski sering diucapkan, dilafakan bahkan dihapalkan namun untuk masuk kedalam isi ayat ini memerlukan sebuah perenungan yang dalam.

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=952d2b6c-edd5-4fe3-be24-1b4676724089)
