Archive for the 'Archives' Category

Ketaqwaan adalah anugerah Allah SWT kepada kita. Taqwa merupakan sebuah kondisi dimana ruh kita senantiasa ada dalam bimbingan-Nya sehingga dengan sendirinya terjauh dari langkah menuju perbuatan dosa. Inilah yang kemudian menjadi target puasa bulan Ramadhan. Dan sepuluh hari terakhir merupakan sebuah momentum untuk meningkatkan kekhusyuan puasa dan ibadah sunnah lainnya untuk meraih taqwa.

Saatnya sepuluh hari terakhir diisi dengan dzikir yang khusyu untuk meraih anugerah tak terhingga berupa ketaqwaan. Rumusan taqwa yang sering kita dengar adalah menjauhi larangan-Nyadan melaksanakan perintah-Nya. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa taqwa itu dirasakan oleh hati kita, getaran hati kita merasakan sentuhan-Nya. Rasa taqwa ini hanya dapat diselami oleh mereka yang memiliki keyakinan bahwa semua langkah dan perbuatan adalah karena-Nya.

Pertanyaannya bagaimana kita bisa merasakan ketaqwaan itu? Bukan bagaimana definisi taqwa saja tetapi dirasakan dalam hati terdalam kita, dirasakan oleh ruh yang berada dalam tubuh kita, karena ruh inilah yang akan kembali kepada-Nya dan jasad akan ditinggalkan di bumi menjadi busuk. (bersambung)

May 04

Materi Tarbiyah

2 comments - Post a comment

Grand Mosque of Banda Aceh
Image via Wikipedia

Materi tarbiyah diperlukan bagi para pembimbing yang ingin mengembangkan dakhwah khususnya di bumi Indonesia. Dakwah Rabbaniyah yang mengajak kepada Allah SWT ini dan bersifat Universal merupakan sebuah sasaran yang akan dicapai secara bertahap melalui modul tarbiyah.

Perkembangan di Indonesia menyebabkan keterbukaan dalam mengakses modul tarbiyah yang bisa diikuti secara bertahap. Modul ini akan memudahkan memahami Islam yang kaafah sehingga melahirkan pengalaman yang menyeluruh juga, tidak persegmen, tidak sempit dan tidak parsial.

Selain materi ini akan menghadirkan Syaksiyyah Islamiyah pada peserta tarbiyah tetapi lebih dari itu untuk meningkatkan tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Dalam proses tarbiyah ini diperlukan fasilitator dan peserta serta modul untuk secara bertahap, sedikit demi sedikit menyerap materi tarbiyah bukan hanya secara kognitif tetapi juga afektif dan motorik. Ilmu tidak akan banyak bermakna jika tidak diamalkan dan pengamalan apabila tidak dibarengi ruh yang bersih juga sulit melahirkan amaliyah Islam yang suci.

Situs Materi Tarbiyah merupakan awal dari pengembangan materi atau artikel dan buku terkait modul tarbiyah yang akan memudahkan para murobbi dan murobiyyah dalam proses tarbiyah.

Mudah-mudahan ke depan situs Materi Tarbiyah ini akan berkembang lebih cepat karena bisa menjadi bahan yang mudah dalam proses tarbiyah dan bisa lebih berkembang lagi untuk dakwah yang Rabbaniyah dan Universal.

Situs Materi Tarbiyah ini menggunakan fasilitas search sehingga dengan mengetik satu suku kata atau satu kategori bisa mendapatkan artikel atau bahan yang diinginkan.

Reblog this post [with Zemanta]

Bagi yang sudah lancar membaca Al Quran, peningkatan kualitasnya dilakukan dengan mengikuti Daurah Al Quran. Biasanya Daurah ini diselenggarakan dengan pembimbing yang hafidz Al Quran. Proses belajar dengan pembimbing yang menguasai tajwid Al Quran ini disebut Talaqi. Dengan Talaqi inilah peserta daurah akan mendapatkan keterampilan bagaimana cara mengucapkan makhraj huruf yang benar.

Sesudah memahami tempat-tempat mengeluarkan huruf hijaiyah mulai dari tenggorokan sampai bibir tahap berikutnya adalah belajar Gunnah.

Gunnah atau bunyi dengung karena pertemuan tanwin atau nun mati dengan huruf lain. Gunnah dianggap penting karena panjangnya sudah ditentukan dua sampai enam harkat.

Daurah Al Quran semestinya digalakkan dimana-mana untuk membuat shalat lebih khusyu terutama ketika membaca bagian penting yang wajib seperti Surat Al Fatihah.

Salah satu buku Daurah Al Quran bisa didownload di sini.

Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum...
Image via Wikipedia

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

[7:55] Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Surat Al A’raf ayat 55 itu mengingatkan umat Islam agar berdoa dengan suara yang lemah lembut, bukan berteriak-teriak. Bukan pula dengan suara yang melengking-lengking dalam pengeras suara. Semuanya berlangsung dengan suara halus, lembut dan bahkan berbisik.

Doa adalah permohonan sehingga sikap dan perilaku kita merupakan wujud permohonan dengan amat sangat. Permohonan yang muncul dari kesadaran karena ini merupakan kebutuhan pemohon. Sikap yang rendah hati untuk melakukan permohonan sesuatu akan menyentuh yang dimintai oleh pihak yang memohon.

Dengan menampilkan diri dalam setiap kali berdoa sikap yang lemah lembut, merendah dan sabar akan memberikan kekuatan kepada doa kita. Seringkali dengan suara-suara yang keras malah akan membuat doa tidak kuat sampai ke hati. Doa yang hanya sampai dibibir sulit sampai kepada Zat Yang Maha Pengabul Doa. Kekuatan ruhiah inilah yang membuat doa berubah dari sekedar ucapan kata-kata dan ayat-ayat Suci menjadi sebuah permohonan yang sungguh-sungguh.

Sikap dalam berdoa pun kita harus merasa yakin berhadapan dengan pemilik langit dan bumi.  Dalam bahasa Ayat Kursi :

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Oleh karena itu ketika berhadapan dengan Penguasa Segala Alam ini kita tidak main-main. Permohonan kepada Allah SWT merupakan sebuah tindakan yang sungguh-sungguh, mengharapkan akan dikabulkan semua permintaan kita.

Reblog this post [with Zemanta]
20:14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha:14)

Shalat merupakan bagian dari dzikir kepada Allah yang sudah ditentukan waktu dan tatacaranya.

Dengan melakukan shalat maka kita sudah melakukan dzikir yang merupakan sebuah manifestasi jati diri manusia yang berterima kasih dan bersyukur atas anugrah-Nya.

Dengan mengingat-Nya maka sebenarnya kita membesarkan-Nya. Dengan Shalat berarti kita menganggungkan-Nya. Tidak hanya sekedar gerak dan bacaan namun shalat lebih dari itu sebuah prosesi suci yang menuntut kesungguhan.

Banyak diantara kita membiarkan kualitas shalat di bawah standar. Shalat menjadi bukan untuk mengingat Kebesaran-Nya namun hanya gerak biasa saja. Tentu saja gerak dan bacaan sudah mendapatkan pahala akan tetapi alangkah indahnya jika ibadah shalat ini memberikan dampak langsung kepada ruh kita yang setiap hari lima kali menghadap-Nya.

Reblog this post [with Zemanta]
Apr 09

Ayat Kursi

2 comments - Post a comment

ayatkursiAyat Kursi begitu banyak orang menyebutnya. Kandungan ayat ini sungguh luar biasa. Meski sering diucapkan, dilafakan bahkan dihapalkan namun untuk masuk kedalam isi ayat ini memerlukan sebuah perenungan yang dalam.

Terjemahnya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Makna : Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur sangatlah dalam. Dia Hidup Kekal. Sedangkan manusia hidupnya fana. Namun di dunia ketika manusia hidup diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah karena Allah adalah Yang Hidup. Komunikasi antar yang hidup adalah komunikasi dua arah. Komunikasi gayung bersambut.

Dari makna ini saja marilah sejenak merenungkan makna Hidup ini. Ketika kita membaca, kita hidup. Ketika kita melangkah kita hidup. Ketika kita makan kita hidup. Semua yang hidup bergerak dan merespon terhadap lingkungan.

Allah yang Maha Hidup juga hidup di tengah manusia. Allah merespon keinginan dan kehendak manusia. Semua mahluk bergantung kepada-Nya.

Rasakan Allah hidup di sekitar kita. Allah lebih dekat kepada urat leher kita, Allah memang dekat…..


Earth's Sunset (NASA, International Space Stat...
Image by nasa1fan/MSFC via Flickr

Pernahkah kita menengok langit yang biru di siang hari dan berwarna oranye di sore hari? Pernahkah kita menyentuh embun di pagi hari? Pernahkah kita menikmati rembulan di malam purnama?

Namun juga pernahkah kita merasa bahwa kita sedang “melihat”  (ciptaan)  Allah. Melihat disini artinya melihat dengan mata hati. Melihat dengan ruhani yang bersih.

Niscaya jika sampai tersentuh dengan semua Ciptaan Allah ini, air mata akan menetes. Mata akan basah “melihat dan bahkan merasakan” keagungan Ilahi.  Langit, bintang, bulan, matahari, awan dan berbagai keindahan alam ini menjadi sebuah ayat yang “hidup” dalam diri kita.

Itulah mengapa Al Quran dengan indahnya menyentuh hati ini dengan orang yang sadar akan semua perubahan itu sebagai seseorang yang tergolong Ulil Albab, Manusia Tercerahkan, Manusia yang memiliki indra paripurna.

[3:190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

Kalau kita sampai merasakan perubahan di alam semesta ini kemudian sampai meneteskan air mata karena terharu menyadari akan Kebesaran Ilahi, beruntunglah ! Beruntung karena dalam perjalanan hidup kita ternyata sentuhan Alam sudah cukup memberikan bukti akan Allah. Pergantian hari yang dirasakan setiap hari menjadi sesuatu yang penuh dengan hikmah bagi ruhani ini.

Ini bisa juga berarti kita telah melihat Ciptaan Allah dalam sebenar-benarnya.

Pandanglah sekali lagi langit dengan mata bathin.Jangan hanya memandang dengan kedua mata kita. Niscaya bathin ini akan menembus dunia hakikat. Mata Ruhani ini akan membuat pergantian waktu menjadi sesuatu yang mempertembal keyakinan betapa Allah hadir sangat dekat.


Reblog this post [with Zemanta]