Orang bijak senantiasa mampu mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Sadar bahwa manusia itu tidak sempurna, tempat lahirnya banyak kekeliruan, maka kesalahan yang telah diperbuat disertai dengan koreksi.
Setiap hari senantiasa mendapatkan hikmah karena manakala berbuat salah maka tidak bertobat. Dia tersadar dan senantiasa memperbaiki diri. Sama seperti kita sedang mengendarai mobil, begitu jalan yang atau belokan yang diambil salah, maka kita berusaha mengoreksi kesalahan itu dengan berputar mengambil jalan yang benar.
Kehidupan dengan tujuan Ridha Allah senantiasa akan kembali ke arah yang benar manakala dalam perjalanan kehidupan ini terantuk dengan kekhilafan sengaja atau tidak. Seorang sahabat nabi dijadikan calon surga karena sebelum tidur memaafkan semua orang. Setiap tidur menghitung-hitung untung dan rugi selama satu hari hidupnya.
