Archive for April 2010

Bagi yang sudah lancar membaca Al Quran, peningkatan kualitasnya dilakukan dengan mengikuti Daurah Al Quran. Biasanya Daurah ini diselenggarakan dengan pembimbing yang hafidz Al Quran. Proses belajar dengan pembimbing yang menguasai tajwid Al Quran ini disebut Talaqi. Dengan Talaqi inilah peserta daurah akan mendapatkan keterampilan bagaimana cara mengucapkan makhraj huruf yang benar.

Sesudah memahami tempat-tempat mengeluarkan huruf hijaiyah mulai dari tenggorokan sampai bibir tahap berikutnya adalah belajar Gunnah.

Gunnah atau bunyi dengung karena pertemuan tanwin atau nun mati dengan huruf lain. Gunnah dianggap penting karena panjangnya sudah ditentukan dua sampai enam harkat.

Daurah Al Quran semestinya digalakkan dimana-mana untuk membuat shalat lebih khusyu terutama ketika membaca bagian penting yang wajib seperti Surat Al Fatihah.

Salah satu buku Daurah Al Quran bisa didownload di sini.

Allah in stone in Rohtas Fort, District Jhelum...
Image via Wikipedia

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

[7:55] Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Surat Al A’raf ayat 55 itu mengingatkan umat Islam agar berdoa dengan suara yang lemah lembut, bukan berteriak-teriak. Bukan pula dengan suara yang melengking-lengking dalam pengeras suara. Semuanya berlangsung dengan suara halus, lembut dan bahkan berbisik.

Doa adalah permohonan sehingga sikap dan perilaku kita merupakan wujud permohonan dengan amat sangat. Permohonan yang muncul dari kesadaran karena ini merupakan kebutuhan pemohon. Sikap yang rendah hati untuk melakukan permohonan sesuatu akan menyentuh yang dimintai oleh pihak yang memohon.

Dengan menampilkan diri dalam setiap kali berdoa sikap yang lemah lembut, merendah dan sabar akan memberikan kekuatan kepada doa kita. Seringkali dengan suara-suara yang keras malah akan membuat doa tidak kuat sampai ke hati. Doa yang hanya sampai dibibir sulit sampai kepada Zat Yang Maha Pengabul Doa. Kekuatan ruhiah inilah yang membuat doa berubah dari sekedar ucapan kata-kata dan ayat-ayat Suci menjadi sebuah permohonan yang sungguh-sungguh.

Sikap dalam berdoa pun kita harus merasa yakin berhadapan dengan pemilik langit dan bumi.  Dalam bahasa Ayat Kursi :

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Oleh karena itu ketika berhadapan dengan Penguasa Segala Alam ini kita tidak main-main. Permohonan kepada Allah SWT merupakan sebuah tindakan yang sungguh-sungguh, mengharapkan akan dikabulkan semua permintaan kita.

Reblog this post [with Zemanta]
20:14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha:14)

Shalat merupakan bagian dari dzikir kepada Allah yang sudah ditentukan waktu dan tatacaranya.

Dengan melakukan shalat maka kita sudah melakukan dzikir yang merupakan sebuah manifestasi jati diri manusia yang berterima kasih dan bersyukur atas anugrah-Nya.

Dengan mengingat-Nya maka sebenarnya kita membesarkan-Nya. Dengan Shalat berarti kita menganggungkan-Nya. Tidak hanya sekedar gerak dan bacaan namun shalat lebih dari itu sebuah prosesi suci yang menuntut kesungguhan.

Banyak diantara kita membiarkan kualitas shalat di bawah standar. Shalat menjadi bukan untuk mengingat Kebesaran-Nya namun hanya gerak biasa saja. Tentu saja gerak dan bacaan sudah mendapatkan pahala akan tetapi alangkah indahnya jika ibadah shalat ini memberikan dampak langsung kepada ruh kita yang setiap hari lima kali menghadap-Nya.

Reblog this post [with Zemanta]
Apr 09

Ayat Kursi

2 comments - Post a comment

ayatkursiAyat Kursi begitu banyak orang menyebutnya. Kandungan ayat ini sungguh luar biasa. Meski sering diucapkan, dilafakan bahkan dihapalkan namun untuk masuk kedalam isi ayat ini memerlukan sebuah perenungan yang dalam.

Terjemahnya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Makna : Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur sangatlah dalam. Dia Hidup Kekal. Sedangkan manusia hidupnya fana. Namun di dunia ketika manusia hidup diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah karena Allah adalah Yang Hidup. Komunikasi antar yang hidup adalah komunikasi dua arah. Komunikasi gayung bersambut.

Dari makna ini saja marilah sejenak merenungkan makna Hidup ini. Ketika kita membaca, kita hidup. Ketika kita melangkah kita hidup. Ketika kita makan kita hidup. Semua yang hidup bergerak dan merespon terhadap lingkungan.

Allah yang Maha Hidup juga hidup di tengah manusia. Allah merespon keinginan dan kehendak manusia. Semua mahluk bergantung kepada-Nya.

Rasakan Allah hidup di sekitar kita. Allah lebih dekat kepada urat leher kita, Allah memang dekat…..


The name "Muhammad" in traditional T...
Image via Wikipedia

Sejumlah buku sirah atau sejarah Nabi Muhammad SAW sudah disusun dan diterbitkan. Versi online Sejarah Nabi Muhammad SAW karya Muhammad Husain Haekal merupakan salah satu buku yang terbit di Indonesia.

Dari buku ini kita bisa melangkah ke berbagai buku Sirah yang lebih sistematis, tematik dan memiliki kerangk analisa lebih tajam.

Namun dari buku Sejarah Nabi Muhammad SAW ini kita dapat menyaksikan perjalanan kehidupan Rasulullah termasuk beberapa momen penting Rasulullah SAW.

Reblog this post [with Zemanta]