Setiap waktu dalam Iman kepada Allah

Perjalanan

Perjalanan waktu tidak dapat dihentikan oleh siapapun. Kini pada pertengahan tahun 2019 ini banyak sekali hikmah yang Allah berikan kepada kita semua. Berkah ilmu, rezeki dan umur telah kita rasakan. Saatnya menjadikan setiap langkah dalam kembali kepadaNya menjadi suatu kebahagiaan.

Mereka yang merasakan dengan bertambahnya usia bertambah bahagia karena janji bertemu yang Maha Rahmat sudah dekat, maka akan merasakan bahwa iman kepada Allah SWT merupakan sebuah nikmat yang luar biasa. Lebih membahagiakan daripada apapun yang ada di dunia termasuk emas, berlian, rumah mewah, mobil yang bagus bahkan jabatan apapun yang kita miliki.

Baca juga : Dengarkan Al Quran 30 Juz Online

Setiap detik ketika kita melangkah, setiap menit ketika kita bergerak, setiap jam ketika kita melakukan aktivitas di rumah, di kampus, sekolah, tempat kerja atau di daerah wisata maka iman kepadaNya merupakan naungan yang membahagiakan.

Cobalah berhenti sebentar ketika kita begitu sibuk setiap hari. Perhentian itu bisa dalam shalat lima waktu dimana kita mendapatkan tempat khusus untuk menjalin komunikasi, memanjatkan doa dan mensyukuri nikmat-Nya.

Dari Anas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda,

“Tiga hal yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekafiran (1/11) sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam neraka.”

Maka dalam perjalanan waktu ini rasa iman merupakan nikmat tiada tara.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al’Ashr)

Surat ini dengan jelas menguraikan makna iman dalam perjalanan waktu dimana kita melaluinya setiap saat. Tahun 2019 tidak lama lagi berakhir sedangkan bulan Ramadhan sudah meninggalkan kita. Saatnya kita menuliskan dalam diary kita untuk menikmati rasa iman ini setiap waktu.

Ketika kita bekerja, ketika belajar, ketika belanja, ketika dalam perjalanan dan ketika bercengkrama dengan keluarga. Semuanya akan dirasakan sebagai karunia-Nya.

Iman kepada Allah inilah yang akan menjadikan tambahan waktu setiap hari kita menjadi nikmat. Nikmat karena kita akan bertemu dengan Sang Pencipta, Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Bukankah tujuan hidup kita di dunia tidak lain dalam mencari Ridha-Nya. Jadi alangkah herannya jika dalam perjalanan waktu ini kita terasa sesak dan berat.

Semuanya sudah berada dalam garis takdirnya, saatnya kita merasakan nikmat waktu ini dalam kehidupan sehari-hari, sebagai anugerah Allah SWT yang sangat besar. Wallahu’alam bishawab.

This entry was posted in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *